segalanya yang abadi pasti berarti walau hanya sekedar memori

Orang-orang bilang, waktu akan memudarkannya. Akupun awalnya tidak merasa demikian, sampai pada suatu saat dimana ia menampakkan dirinya.
Ia bagaikan lentera yang menerangi duniaku disaat gemerlap menyelimuti. Kedatangannya selalu kunanti, menganggapnya seperti satu-satunya hal yang meringankan benakku yang berat.
“Entah mengapa, rasanya lebih tenang saat kau ada disini, walaupun engkau bukanlah milikku…”
Waktu yang kuhabiskan dengannya, terasa lebih cepat. Padahal, aku hanya memandanginya tanpa melakukan sesuatu.
Tidak ada pembicaraan, interaksi, dan tegur sapa.
Diamnya berhasil membuatku jatuh hati, akupun tidak mengerti.
Namun, seperti kata orang-orang, waktu pasti memudarkannya
Ia perlahan meredupkan hawa terangnya. Bukan karena inginnya, tetapi karena memang seperti itulah kenyataanya.
“…إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ …”
40:39
Mungkin, ia perlahan akan melebur sejalan dengan waktu. Akan tetapi, anganku tidak.