
Secangkir teh dengan kebulan asap tipis dan uap jahat menemani hari malam ku yang sepi.
Segala isi kepala kian beterbangan keluar dari tempat yang menguncinya setelah sekian lama.
Sesekali, aku kerap berbisik pada diriku sendiri
“Apa… yang kulakukan ini benar?”
Entahlah…
Hanya itu satu-satunya hal yang bisa kulakukan.
