
Menyusuri indahnya taman kota sembari membeli jajanan dan bercerita; melepas penat setelah seharian penuh bertarung dengan pekerjaan.
Sore itu, aku menatap matanya sambil berbisik:
“apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu, sayang”
Derai tawa dan candaan kami kian terdengar. Ajaib rasanya, hal sederhana yang kulakukan dengannya mampu menghapus semua rasa lelahku.
Tak terasa, ternyata langit senja telah redup. Bintang-bintang mulai bertebaran, dan kami duduk di pinggir danau.
Tiba-tiba, ada satu hal yang terbesit di kepalaku. Sesuatu yang sangat menakutiku.
“apa dia benar-benar mencintaiku?”
Hal yang selalu menghantuiku disaat aku memiliki kedekatan dengan orang lain.
Dia bukanlah pasanganku; bukan juga temanku. Entah apa hubunganku dengannya.
Yang jelas, dia selalu membuatku merasa ditemani.
